Kamis, 25 Desember 2014

Berilmu di Zaman Penuh Fitnah


Di zaman terakhir ini,
Jalanmu akan dipenuhi kegelapan yang perih.
Jalanmu akan diliputi godaan-godaan pemikiran.
Jalanmu akan diwarnai tipuan-tipuan zaman.
Hati nurani dan logikamu akan bertabrakan.
Dan engkau harus memilih:
Wahyu Tuhanmu, atau logika rapuhmu.

Di zaman terakhir ini,
Lembar-lembar buku berserakan tanpa nilai,
meski ilmu umat manusia tertuang di sisinya.
Di zaman terakhir ini,
Ilmu di tangan manusia seperti debu jalan
yang di manapun engkau berada,
ia akan terus mengintaimu hingga pembaringan.
Tapi apa yang terjadi?
Manusia semakin pongah pada kebenaran.
Pongah itu jauhkan ia dari jalan Tuhan.
Teknologi semakin hebat bergentayangan.
Tapi hidup manusia kehilangan berkah Tuhan.
Karena ilmunya tidak berpandu wahyu Tuhan.
Melulu soal logika dan akal hayawan,
Bagai si buta berlagak melihat jalan tanpa cahaya.
Maka, di zaman terakhir ini,
Yang engkau butuhkan bukan ilmu yang berlimpah
Yang dapat kau temukan limpahannya pada “Kyai Google”.
Yang engkau hajatkan ialah ilmu yang bermanfaat.
QaalaLlahu, Qaala Rasuluhu, Qaala al-Shahabatu…
Apa kata Allah.
Apa kata Rasulullah.
Apa kata sahabat Rasulullah.
Itulah penuntun jalanmu di zaman terakhir ini.
Maka, kemalasanmu pada ilmu yang bermanfaat,
akan menuntunmu pada kesesatan.
Engkau merasa penuh logis,
ternyata jiwamu merana dalam senyum.
Engkau merasa sangat cendekia,
ternyata yang engkau torehkan hanya:
“Menurut fulan...menurut fulan.”
Di zaman penuh fitnah ini,
betapa besar hajatmu pada ilmu
yang mendekatkanmu pada Allah,
dari waktu ke waktumu,
hingga berujung pada kematian terindah.
Kematian di jalan Allah.

Muhibbukum filLah,
Muhammad Ihsan Zainuddin
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media